MAKALAH MATA KULIAH
STUDI AL-QURAN
MUKJIZAT AL-QUR’AN
(Perspektif Bahasa)
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz. M.Ag
Asisten Dosen:
Atik Nur Syafaah M.Kom
Disusun Oleh:
Disusun Oleh:
Nur Laili (B01219044)
PROGRAM STUDI
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SUNAN AMPEL SURABAYA
2019
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SUNAN AMPEL SURABAYA
2019
KATA PENGANTAR
Pertama, marilah kita panjatkan puji
syukur kepada Allah swt karena dengan rahmat dan hidayah-Nya, makalah ini dapat
terselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Shalawat
dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, dan
para sahabat beliau.
Tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai
salah satu syarat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Studi Al-Qur’an. Seperti diketahui bersama, Al-Qur’an sebagai
kitab suci umat islam tidak pernah habis dibacakan dari berbagai segi. Karena
itu, dalam makalah ini akan dibahas tentang mukjizar al-Qur’an,khususnya
dari perspektif bahasa.
Saya mengucapkan terimakasih kepada Prof.
Dr. Ali Aziz, M.Ag selaku dosen mata kuliah Studi Al-Qur’an, yang telah
memberikan pengarahan dalam penyusunan makalah ini. Terimakasih juga saya
ucapkan kepad pihak yang telah membantu selama proses pembuatan makalah ini.
Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan
dalam makalalah ini. Karena itu, saran dan kritik yang membangun senantiasa
saya harapkan demi perbaikan makalah ini di masa mendatang. Semoga makalah ini
bermanfaat bagi para pembaca.
Surabaya,
02 September 2019
Nur Laili
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
BAB
II PEMBAHASAN
A. Mukjizat Al-Qur’an (Perspektif Bahasa)
B. Keajaiban Susunan Bahasanya
C. Sejarah
Ahli Bahasa Menandingi Al-Qur’an
BAB II PENUTUP
KESIMPULAN
DAFTAR PUSAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Kata
mukjizat diambil dari bahasa arab a’jaza-yu’jizu-i’jāz yang berati melemahkan
atau menjadikan tidak mampu. Pelakunya (yang melemahkan) dinamai mu’jiz
danpihak yang mampu melemahkan pihak lain sehingga mampu membungkam lawan, maka
ia dinamakan mukjizat. Tambahan ta’ marbūthah pada akhir kata itu mengandung
makna mubālaghah (superlatif). Mukjizat didefinisikan oleh pakar agama Islam,
antara lain, sebagai suatu hal yang luar biasa yang terjadi melalui seseorang
yang mengaku sebagai nabi, sebagai bukti kenabiannya yang ditentangkan kepada
yang ragu. Sampai saat ini tidak ada kesepakatan ulama dalam menetapkan
aspek-aspek kemukjizatan Al-Qur’an. Namun demikian, aspekaspek kemukjizatan Al-Qur’an
dapat diklasifikasikan ke dalam tiga hal, yaitu aspek kebahasaan, berita ghaib,
dan isyarat ilmiah.[1]
Yang
dimaksud dengan kemukjizatan Al-Qur’an bukan berarti melemahkan manusia dengan
pengertian melemehkan yang sebenernya, artinya memberi pengertian melemahkan
yang sebenarnya, arti memberi pengertian kepada mereka dengan kelemahannya
untuk mendatangkan ungkapan yang menyamai Al-Qur’an, maksudnya adalah untuk
menjelaskan bahwa kitab ini benar atau tidak, dan Rasul yang membawanya adalah
Rasul yang benar. Begitulah mukjizat nabi dimana manusia lemah untuk
menandinginya.[2]
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Mukjizat Al-Qur’an
Jika
kita berkata “mukjizat Al-Qur,an”, ini berarti bahwa mukjizat (bukti kebenaran)
adalah bukti yang dimiliki atau yang trdapat di dalam Al-Qur,an, bukannya
kebenaran yang datang dari luar Al-Qur,an atau faktor luar. Pada bab sebelum
ini, setelah di kemukakan apa yang dimaksud dengan”mukjizat”. Kini, akan kita
bahas apa itu Al-Qur’an.
Al-Qur,an
biasa di defisinikan sebagai firman-firman Allah yang di sampaikan oleh malaikat
Jibril sesuai dengan redaksinya kepada nabi Muhammad saw, dan di terima oleh
umat islam secara tawatur.[3]
B.
Keajaiban Susunan Bahasanya
Dari
segi kebahasaan dan kesastraannya al-Qur’an mempunyai gaya bahasa yang khas dan
sangat berbeda dengan Bahasa masyarakat Arab, baik dari pemiliha hurufdan
kalimat yang keduanya mempunyai makna yang dalam. Usman bin Jinni seorang pakar
bahasa Arab, sebagaimana dituturkan Quraish Shihab mengatakan bahwa pemilihan
kosa kata dalam bahasa Arab bukanlah suatu kebetulan melainkan mempunyai nilai
filsafah Bahasa yang tinggi.[4]
Gaya
bahasa yang digunakan al-Qur’an berbeda dengan gaya bahasa yang sering
digunakan oleh orangorang Arab. Gaya Bahasa Al-Qur’an membuat orang Arab pada
saat itu kaguma dan terpesona. Walaupun Al-Qur’an menggunakan bahasa Arab
sebagai bahasa pengantarnya, kalimat demi kalimat mengandung unsur sastra yang
sangat baik namun tetap mudah dipahami tanpa mengurangi sedikitpun kandungan
misteri di dalamnya. Hal tersebut karena keistimewaan aspek gaya Bahasa yang
digunakan oleh Al-Qur’an. Bahkan, Umar bin Khathab pun yang mulanya dikenal
sebagai seorang yang paling memusuhi Nabi Muhammad SAW dan bahkan berusaha
untuk membunuhnya, memutuskan untuk masuk Islam dan berima pada kerasulan
Muhammad hanya karena membaca petikan ayat-ayat Al-Qur’an.[5]
Uraian
singkat tentang aspek kemukjizatan Al-Qur’an dari segi susunan bahasanya yang
indah dalam Al-Qur’an tidak bias disamakan oleh apapun karena Al-Qur’an bukan
susunan syair dan bukan pula susunan prosa. Namun ketika Al-Qur’an dibaca, maka
ketika itu terasa dan terdengar mempunyai keunikan dalam irama ritmenya.
Cendekiawan Inggris, Marmaduke Pickthall dalam the meaning of glorius Quran,
menulis “Al-Qur’an mempunyai simfoni yang tidak ada taranya di mana setiap
nada-nadanya bias menggerakkan manusia untuk menangis dan bersuka cita.”[6]
Al-Qur’an
diturunkan dalam bahasa Arab sendiri mempunyai banyak keistimewaan, antara
lain:
1.
Bahasa
Arab umumnya mempunyai akar kata tiga huruf mati seperti qala dari qof-wau-lam,
kalam dari kaf-lam-mim, dan kitab dari kaf-ta’-ba’.
2.
Bunyi
sangat menentukan dalam bahasa arab karena perubahan bunyi akan menyebabkan
perubahan arti.
3.
Bahasa
Arab adalah bahasa yang kaya kosakata dan sinonimnya.
4.
Bahasa
Arab juga memiliki kata bahasa yang rinci dan detail.[7]
C.
Sejarah Kegagalan Ahli Bahasa Dalam Menandingi Bahasa
AL-Qur’an.
Keajaiban
al-Qur’an berbeda dengan keajaiban yang lain. Keajaiban al-Qur’an bersifat
mukjizat sehingga tidak ada satupun karya ilmiyah atau sastra bahasa manusia
yang mampu menandingi al-Qur’an. Al-Qur’an adalah mukjizat yang didalamnya
terdapat petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. karena itu, al-Qur’an sebagai
mukjizat tidak akan dapat ditiru oleh siapapun, meskipun manusia itu
mengerahkan semua ahli sastranya.[8]
Sejarah
membuktikan bahwa bangsa Arab pada masa turunnya Al-Qur’an telah mencapai
tingkat kelebihan yang belum pernah di capai oleh bangsa satu pun yang ada di
dunia. Mereka memiliki kemampuan bahasa yang tidak bisa di capai orang lain,
seperti kemahiran dalam berpuisi, syi’ir atau prosa (natsar), memberikan
penjelasan dalam langgam sastra. Mereka juga telah meramba jalan yang belum
pernah di injak orang lain dalam kesempurnaan menyampaikan penjelasan (al-
bayan) keserasian dalam menyusun kata-kata, serta kelancaran logika.
kelembutan
lafadz-lafadz Al-Qur’an mempunyai daya Tarik dan mengagumkan, yang Nampak dalam
susunan suara dan keindahan bahasanya. Di maksudkan dengan susunan suara ialah
susunan dan rangkaian Al-Qur’an dalam harakat dan bacaan sukunnya, seluruh
susunannya itu amat mengagumkan , memikat pendengaran dan menawan hati, dengan
mempergunakan suatu metode yang tidak bisa dicapai oleh kalam apapun, baik
puisi maupun prosa.[9]
Sejarah
menyaksikan, bahwa ahli-ahli bahasa telah terjun ke dalam vestival Bahasa dan
mereka memperoleh kemenangan. Tetapi tidak seorangpun diantara mereka yang
berani memproklamirkan dirinya tentang Al-Qur’an, melainkan dia hanya dapat
kehinaan dan kekalahan. Bahkan sejarah mecatat, kelemahan bahasa ini terjadi justru pada kejayaannya dan
kemajuannya ketika Al-Qur’an diturunkan. Saat itu bahasa Arab telah mencapai
puncaknya dan memiliki unsur-unsur kesempurnaan dan kehalusan di
Lembaga-lembaga dan pasar bahasa. Dan Al-Qur’an berdiri tegak dihadapan para
ahli Bahasa dengan sikap menantang, dengan berbagai bentuk tantangan. Volume
tantangan ini kemudian secara berangsur-angsur diturunkan menjadi lebih ringan,
dari sepuluh surah menjadi satu surah, dan bahkan menjadi satu pembicaraan yang
serupa dengannya. Namun demikian, tidak seorangpun dari mereka sanggup
menandingi atau mengimbanginya, padahal mereka adalah orang-orang sombong,
tinggi hati dan pantang dikalahkan. Seandainya mereka punya kemampuan untuk
meniru sedikit saja dari padanya atau mendapatkan celah-celah kelemahan di
dalamnya, tentu mereka tidak akan repot-repot menghunus pedang dalam menghadapi
tangan tersebut, sesudah kemampuan retorika mereka lemah dan pena mereka pecah.[10]
Kurun
waktu silih berganti melewati ahli-ahli bahasa Arab, tetapi kemukjizatan
Al-Qur’an tetap tegar bagai gunung yang menjulang tinggi di hadapnya semua
kepala bertekuk lutut dan tunduk, tidak terpikirkan untuk mengimbanginya,
apalagi megunggulinya, karena terlalu lemah dan tidak bergairah menghadapi
tantangan berat ini. dan senantiasa akan tetap demikian keadaannya sampai hari
kiamat.
Tidak
seorang pun dapat mendakwakan bahwa menandingi Al-Qur’an itu tidak perlu,
meskipun hal demikian itu sesuatu yang mungkin. Sebab, sejarah mencatat bahwa
telah terpenuhi faktor-faktor kuat yang mendorong mereka untuk menandingi
Al-Qur’an. Yaitu di saat mereka bersikap ingkar, menolak risalah dan
pembawaannya, dan disaat Al-Qur’an mengobarkan fanatisme mereka, menganggap
dungu pikirannya serta menantang mereka secara terbuka yang dapat memebagikan
dendam para pengecut licik, padahal mereka orang-orang yang sombong dan tinggi
hati. Maka mereka melakukan beberapa tindakanterhadap Rasulullah, menawarkan
kepadanya hartadan kerajaan agar ia berhenti dari aktifitas dakwahnya disamping
melakukan blokade terhadapnya dan orang-orangyang bersamanya agar mati
kelaparan, juga mereka menuduhnya sebagai tukang sihir dan gila, lalu
berkomplot untuk menagkap, membunuh atau mengusirnya. Akhirnya menemukan jalan
satu-satunya untuk membungkam Rasulullah, yaitu dengan cara mendatangkan ke
hadapannya kalam yang serupa dengan apa yang dibawanya kepada mereka. “bukankah
yang demikian itu lebih mudah bagi mereka dan lebih kekal jika persoalannya ada
di tangan mereka? Akan tetapi mereka menempuh segala cara kecuali cara ini. dan
adalah pembunuhan, penawanan, kemiskinan dan kehinaan, semua itu dirasa lebih
ringan bagi mereka dari pada menempuh jalan rumit yang mereka temukan itu,
adakah kelemahan lain jika yang demikian itu bukan kelemahan?
Al-Qur’an,
dimana orang Arab lumpuh untuk menandinginya itu, sebenarnya itu tidak keluar
dari aturan-aturan kalam mereka, baik lafadz huruf maupun redaksinya. Tetapi
Al-Qur’an memiliki jalinan huruf-huruf yang serasi, ungkapannya indah,
redaksinya simpatik, ayat-ayatnya teratur, serta memperhatikan situasi dan
kondisi dalam berbagai macam bayanya.[11]
Hal
itu telah dibuktikan oleh tokoh-tokoh sastra dan para ahli pidato, seprti walid
bin mughiroh, utbah bin Robi’ah dan sastrawan lain yang terkenal.
contoh sejarah:
diceritakan
bahwa Walid bin Mugirah dating kepada Nabi membacakan Al-Qur’an di hadapannya,
seolah-olah hati walid menjadi lembut dengannya. Berita itu sampai kepada Abu
Jahal dan ia mendatanginya seraya berkata, “wahai paman walid sesungguhnya kamu
hendak mengumpulkan harta untuk diberikan kepadamu, sedangkan engkau dating
kepada Muhammad untuk mendapatkan anugrahnya.” Walid menjawab,” orang-orang
Quraisy telah mengetahui bahwa aku adalah seorang yang paling banyak hartanya.”
Abu Jahal berkata, “katakanlah salah satu ucapan yang akan kau sampaikan pada
kaummu bahwa engkau memungkiri Muhammad.” Walid menjawab, “apa yang kau
katakan? Demi Allah tidak ada satu orang pun diantara kamu yang lebih pandai
dari pada aku tentang syair, tidak dalam bentuk prosa, tidak dalam bentuk
kasidah, tidak pula dalam syair-syair jin. Demi Allah, orang yang mengatakan
syair ini tidak menyamai sedikitpun dari Qur’an ini. dan demi Allah ucapannya
itu manis dan indah, yang diatas berbuah yang dibawah subur.sungguh Al-Qur’an
itu tinggi, tidak ada yang melebihinya. Abu Jahal terlaknat berkata.” Demi Allah
kaummu tidak rela engkau mengucapkan hal itu.” Walid menjawab,” tinggalkan aku
sehingga aku bisa berfikir.” Maka setelah berfikir Walid berkata:
فَقَالَ إِنۡ هَٰذَآ
إِلَّا سِحۡرٞ يُؤۡثَرُ
lalu dia berkata: "(Al Quran) ini
tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu)”
ذَرۡنِي وَمَنۡ خَلَقۡتُ
وَحِيدٗاوَجَعَلۡتُ لَهُۥ مَالٗا مَّمۡدُودٗا
Sampai dengan:
إِنَّهُۥ فَكَّرَ وَقَدَّرَفَقُتِلَ
كَيۡفَ قَدَّرَثُمَّ قُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَثُمَّ نَظَرَثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَثُمَّ
أَدۡبَرَ وَٱسۡتَكۡبَرَفَقَالَ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞيُؤۡثَرُإِنۡ هَٰذَآ إِلَّا
سِحۡرٞ يُؤۡثَر
“Sesungguhnya dia
telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), maka celakalah
dia! Bagaimana dia menetapkan? kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia
menetapkan? kemudian dia memikirkan, sesudah itu dia bermasam muka dan
merengut, kemudian
dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata:
"(Al Quran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari
orang-orang dahulu), ini tidak lain hanyalah perkataan manusia".[12]
(Al-Muddaththir:18-25)
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Setelah
menguraikan tentang mukjizat Al-Qur’an dari sisi perspektif bahasa Al-Qur’an merupakan
mukjizat terbesar yang dianugrahkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW sebagai
bukti atas kebenaran pengakuan kenabian dan kerasulannya. Kemukjizatan
Al-Qur’an Nampak pada tantangan Allah terhadap orang-orang Arab untuk membuat
semisa Al-Qur’an, namun mereka tidak bias membuatnya padahal mereka orang-orang
Arab asli yang mempunyai keahlian dalam menyusun kalimat yang indah dalam
bahasa Arab.
Kemukjizatan
Al-Qur’an bukan semata-mata untuk melemahkan manusia, atau menyadarka mereka
atas kelemahannya untuk mendatangkan semisal Al-Qur’an, akan tetapi tujuan yang
sebenarnya adalah untuk menjelaskan kebenaran Al-Qur’an dan Rasul yang
membawanya.
Kemukjizatan
Al-Qur’an meliputi gaya bahasanya, susunan kalimatnya, kandungan hokum ilahi,
ketelitian redaksinya, berita gaib yang terkandung di dalamnya dan
isyarat-isyarat ilmu pengetahuan yang ada dalam kandungannya.
Al-Qur’an
disamping sebagai sumber keimanan, sumber hukum, sumber ajaran moral, sumber
budaya, sumber sejarah, ia juga
merupakan sumber ilmu pengetahuan untuk memperolehnya, mengharuskan
seseorang mengkaji dan memahamu Al-Qur’an tidak hanya terbatas pada makna
tekstualnya, tetapi harus melibatkan berbagai ilmu potensi Al-Qur’an sejak
masaa turunnya hingga masa saat ini, secara komprehensip. Dalam fungsinya
sebagai sumber ilmu pengetahuan, maka Al-Qur’an harus diposisikan sebagai
filter, pengawas dan pengendali perkembangan ilmu pengetahuan.
Karena
itu meskipun terdapat ayat-ayat Al-Qur’an yang membicarakan ilmu pengetahuan
yang sesuai dengan teoro-teori ilmu pengetahuan modern, namun Al-Qur’an
bukanlah kitab ilmu pengetahuan tetapi Al-Qur’an tetaplah kitab yang menjadi
pedoman bagi seorang mukmin yangsemua kandungannya harus di imani dan di
amalkan.
DAFTAR PUSAKA
Ali
Ash-Shaabunniy, Mohammad. Studi Ilmu Al-Qur’an, Bandung: Pustaka Setia,
1998.
Ali
As-Shabuni, Mohammad. Al-Tibyan Fi ‘Ulum Al-Qur’an. Damaskus: Maktabah
Al-Ghazali, 1390.
Ali
Aziz, Moh. Mengenal Tuntas Al-Qur’an. Surabaya: Imtiyas, 2018.
Al-Qoththan,
Syaikh Manna. Pengantar Studi Ilmu Alqur’an. Jakarta Timur: Pustaka
Al-Kautsar, 2015.
Hamid,
Abdul. Pengantar Studi Al-Qur’an. Jakarta: Pranamedia Group, 2016.
Ilyas,
Yunahar. Kuliah Ulumul Qur’an. Yogyakarta: Itqon Publishing, 2014.
M.
Masyhud, Studi Al-Qur’an. Surabaya:
Dakwah Digital Press, 2009.
Mudzakir
As. Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an. Bogor: Litera Antarnusa, 2016.
Shihab,
M. Quraish. Mukjizat Al-Qur’an. Bandung: Mizan.
Yasir,
Mohammad, dan Ade Jamaruddin. Studi Al-Qur’an. Riau; Cv Asa Riau, 2016.
Zuhdi
Dh, Ahmad, dan Suqiyah Musafa’ah, dan Abd Kholid, dan Abid Rohman. Muflihatul
Koiroh. Studi Al-Qur’an, Surabaya: Uin Sa Press, 2014.
[1]Achmad Zuhdi Dh,
Suqiyah Musyafa’ah, Abd Kholid, Abid Rohman, Muflikhatul Khairoh, Studi
Al-Qur’an, (Surabaya: UIN SA Press, 20140), hlm 112.
[2] M. Masyhud, Studi
Al-Qur’an, (Surabaya: dakwah Digital Press 2009), hlm, 38.
[3] M. Quraish Shihab,
Mukjizat Al-Qur,an,(Bandung: Mizan), hlm. 45
[4] Ahmad Zuhdi Dh,
Suqiyah Musyafa’ah, Abd Kholid, Abid Rohman, Muflikhatul Khairoh, Studi
Al-Qur’an (Surabaya: UIN SA Press 2014), hlm. 114.
[5] Muhammad ‘Ali As-Shabuni,
Al-Tibyan Fi ‘Ulum Al-Qur’an, (Damaskus: Maktabah Al-Ghazali 1390 H),
hlm. 105
[6]
Abdul Hamid,
Pengantar Studi Al-Qur’an, (Jakarta: Prenamedia Group, 2016), hlm. 91
[7] Yunahar Ilyas, Kuliah
Ulumul Qur’an, (Yogyakarta: Itqon Publishing, 2014), hlm. 243.
[8] Mohammad Ali Aziz,
Mengenal Tuntas Al-Qur’an, (Surabaya: Imtiyaz, 2018), hlm, 13.
[9] Muhammad Yasir,
Ade Jamaruddin, Studi Al-Qur’an, (Riau: Cv Asa Riau, 2016), hlm. 23.
[10] Mudzakir As, Studi
Ilmu-Ilmu Al-Qur’an, (Bogor: Litera Antarnusa, 2016), hlm. 180.
[11] Syaikh Manna Al-
Qoththan, Pengantar Ilmu Studi Al-Qur’an, (Jakarta Timur: Pustaka
Al-Kautsar 2015), hlm, 333.
[12] Muhammad Ali
Ash-Shaabuuniy, Studi Ilmu Al-Qur’an, (Bandung: Pustaka Setia, 1998), hlm.
138.

Good luck kaka
BalasHapusSemangat
Lup lup
Barakallah semoga bermanfaat bagi kita semua dan lebih baik kedepannya😊
BalasHapusWebnya sudah bagus ... namun, semoga kedepannya bisa lebih baguss lagi .semoga ilmunya barokah dan bermanfaat ... semangat terus
BalasHapusSemoga bermanfaat bagi orang yang membacanya. Semoga bisa mengenbangkan kemampuan menjadi lebih baik. Aamiin
BalasHapusBagus sih menarik tapi gk kebaca semua,,
BalasHapusMasyaallah, Menambah Wawasan dan pengetahuan. Barakallah semoga bermanfaat bagi kita semua.
BalasHapusMakalahnya sangat baguss juga sangat bermanfaat bagi pembaca semoga untuk yang selanjutnya bisa lebih baik lagii.. Semangatt laily💪🏻
BalasHapusNdak nyesel mampir ke blog ini, isinya bermanfaat sekali ditunggu karya selanjutnya, sukses selaluu
BalasHapusBagus materinya, semoga bermanfaat bagi pembaca lainnya:)
BalasHapusMakalahnya bagus.... Terima kasih atas ilmu yang sudah di amalkan.... Semoga bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah...
BalasHapusBagus Kaka...
Semangat ke depannya...
Good luck..
Semoga bermanfaat Kaka
Alhamdulillah...
BalasHapusBagus Kaka...
Semangat ke depannya...
Good luck..
Semoga bermanfaat Kaka
Semangat
BalasHapusBagus kak, bermanfaat banget. Tingkatkan terus ya semangaaatttt
BalasHapusSemangat terus kakak
BalasHapusLebih di kembangkan supaya lebih bermanfaat dan menambah banyak wawasan bagi orang yang membacanya.
💪💪💪
makalah nya bagus bermanfaat bgt ka & menambah wawasan.
BalasHapussemngat💪sukses trus buat kedepan nya.
Makalah nya bagus. Bisa di jadikan contoh buat yang lain
BalasHapusbagus banget makalahnya, semoga bisa menambah wawasan dan bermanfaat buat kita, sukses teruss!
BalasHapusSemogo bermanfaat bagi yang membacanya. Dan semoga semakin menjadi yang lebih baik untuk kedepannya. Aamiin
BalasHapusPembahasan di dalam makalah ini sangat bagus, mudah untuk di pahami, dan isinya juga sangat bermanfaat. Semoga penulis tetap semangat dalam menyampaikan ilmunya meski hanya berupa tulisan seperti makalah ini, tapi ini sangat bermanfaat untuk pembacanya.
BalasHapusgood
BalasHapusIsinya sangat bermanfaat bagi kami, bisa menambah wawasan bagi yang membaca, pemilihan katanya pun juga bagus, tidak bertele tele, jadi mudah untuk difahami, terus semangat semoga bermanfaat
BalasHapusIsinya sangat bermanfaat bagi kami, bisa menambah wawasan bagi yang membaca, pemilihan katanya pun juga bagus, tidak bertele tele, jadi mudah untuk difahami, terus semangat semoga bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah,,
BalasHapusSampon sae..bahasanya tersusun rapi,,
Tapi coba di teliti lagi tuliasannya,,
Yang pasti tetep semangat terus 💪💪💪
Semoga sukses 😘😘
👏👏👏
BalasHapusPembahasan yang menarik juga bermanfaat,,
Ungkapan katanya bagus dan gak mbulet 😼
Pokok selalu semangat,,
And GOOD JOB 👍👍
Semoga dengan apa yang kamu buat bisa membuat pembaca tertaring tengan materi yang kamu buat dan bisa membuat pembaca semakin penasaran tentang materi tersebut.
BalasHapusSemoga dengan adanya makalah ini bisa bermanfaat bagi orang lain tetap semangat
BalasHapusBagus dan terperinci.
BalasHapusCm koreksi penempatan kata dan tulisan katanya doang.
Bagus dan bermanfaat
Terimakasih. Materi sangat bermanfaat bagi pembaca. Tetap semangat, ditunggu karya selanjutnya ya
BalasHapusalhamdulillah...materi yang disampakan menambah pengetahuan saya, semoga bermanfaat bagi semua orang :))
BalasHapusUhuy thinks skuy bermanfaat sekali bisa refrensi maupun bacaan waktu kosong
BalasHapusAlhamdulillah bagus makalahnya semoga bermanfaat👍👍👍
BalasHapusSubhanallah,ini sangat membantu saya dan ilmu pengetahuan saya bertambah.semoga lebih baik untuk kedepannya.
BalasHapusDesainnya bagus, materinya juga bagus,, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca.. Semangat ya:)
BalasHapusMantap, penulisannya sangat baik menurut saya. Materi yang dibawa pun sangat menarik untuk dibaca.
BalasHapusKok daftar pustaka nya dua kali? Hehe
BalasHapusLebih dirapikan lagi ya tulisan daftar pustaka nya. Tapi selebihnya sudah baik kok,semangatt Laili
Ditunggu karya selanjutnya
Good
BalasHapusalhamdulillah, bisa membantu dalam pengerjaan tugas serta menambah wawasan
BalasHapustabarakallah💖
Mangattss mamauaahhh😍
BalasHapusBangga pernah kenal, bener2 motifatorkuuuuh💕💕
BalasHapusAku mendukungmuu beloved friend
BalasHapusTerus memberi manfaat dimanapun dan kapanpun
BalasHapusSemoga bisa lebih baik dan lebih baik lagi
BalasHapusBagus dan membantu
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus😀😀
BalasHapusPokoknya yg terbaeq laahhh
BalasHapusSemangat kaka ♥️
BalasHapusTerimakasih telah menambah wawasan 😘
Semangat kakaaaaaaa
BalasHapus#mamamuaahhh
Kapan2 boleh diajarin dong kaa
BalasHapus#mamamuahh
Semangat berproses untuk setiap usaha yang kkak lakukan pasti akan berguna nanti. Jangan pernah berhenti dalam mencoba.
BalasHapusTerus berkayaaaa
BalasHapus#mamamuahh
Mamamuaahh muahh muaahh
BalasHapusBelum bacaaja udah terharuu. Eh maap bukan cerpen😪
BalasHapusBisa jadi reverensi makalah, makasih kakaaa
BalasHapus#mamamuahh
Semangat trus lely, smga sukses dan bisa terus mengembangkan karya² Lg..
BalasHapus😍
the best bgt pkoknya
BalasHapuslanjutin ngeblognya ya dek lel, ke hal2 bermanfaat lainnya tentu.
sukses