Kamis, 03 Oktober 2019

Nur Laily


   MAKALAH MATA KULIAH
STUDI AL-QURAN
MUKJIZAT AL-QUR’AN
(Perspektif Bahasa)

 


Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz. M.Ag
Asisten Dosen:
Atik Nur Syafaah M.Kom
Disusun Oleh:
Nur Laili (B01219044)

PROGRAM STUDI 
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM 
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SUNAN AMPEL SURABAYA 
2019


KATA PENGANTAR


Pertama, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah swt karena dengan rahmat dan hidayah-Nya, makalah ini dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, dan para sahabat beliau.
Tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai salah satu syarat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Studi Al-Qur’an.  Seperti diketahui bersama, Al-Qur’an sebagai kitab suci umat islam tidak pernah habis dibacakan dari berbagai segi. Karena itu, dalam makalah ini akan dibahas tentang mukjizar al-Qur’an,khususnya dari  perspektif bahasa.
Saya mengucapkan terimakasih kepada Prof. Dr. Ali Aziz, M.Ag selaku dosen mata kuliah Studi Al-Qur’an, yang telah memberikan pengarahan dalam penyusunan makalah ini. Terimakasih juga saya ucapkan kepad pihak yang telah membantu selama proses pembuatan makalah ini.
Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam makalalah ini. Karena itu, saran dan kritik yang membangun senantiasa saya harapkan demi perbaikan makalah ini di masa mendatang. Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca.

Surabaya, 02 September 2019


   Nur Laili


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR   
DAFTAR ISI    
BAB I PENDAHULUAN        
A.   Latar Belakang     
BAB II PEMBAHASAN        
A.  Mukjizat Al-Qur’an (Perspektif Bahasa)    
B. Keajaiban Susunan Bahasanya      
C.  Sejarah Ahli Bahasa Menandingi Al-Qur’an  
BAB II PENUTUP       
KESIMPULAN      
DAFTAR PUSAKA     


BAB I

PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang

Kata mukjizat diambil dari bahasa arab a’jaza-yu’jizu-i’jāz yang berati melemahkan atau menjadikan tidak mampu. Pelakunya (yang melemahkan) dinamai mu’jiz danpihak yang mampu melemahkan pihak lain sehingga mampu membungkam lawan, maka ia dinamakan mukjizat. Tambahan ta’ marbūthah pada akhir kata itu mengandung makna mubālaghah (superlatif). Mukjizat didefinisikan oleh pakar agama Islam, antara lain, sebagai suatu hal yang luar biasa yang terjadi melalui seseorang yang mengaku sebagai nabi, sebagai bukti kenabiannya yang ditentangkan kepada yang ragu. Sampai saat ini tidak ada kesepakatan ulama dalam menetapkan aspek-aspek kemukjizatan Al-Qur’an. Namun demikian, aspekaspek kemukjizatan Al-Qur’an dapat diklasifikasikan ke dalam tiga hal, yaitu aspek kebahasaan, berita ghaib, dan isyarat ilmiah.[1]
Yang dimaksud dengan kemukjizatan Al-Qur’an bukan berarti melemahkan manusia dengan pengertian melemehkan yang sebenernya, artinya memberi pengertian melemahkan yang sebenarnya, arti memberi pengertian kepada mereka dengan kelemahannya untuk mendatangkan ungkapan yang menyamai Al-Qur’an, maksudnya adalah untuk menjelaskan bahwa kitab ini benar atau tidak, dan Rasul yang membawanya adalah Rasul yang benar. Begitulah mukjizat nabi dimana manusia lemah untuk menandinginya.[2]

BAB II

PEMBAHASAN


A.  Mukjizat Al-Qur’an

Jika kita berkata “mukjizat Al-Qur,an”, ini berarti bahwa mukjizat (bukti kebenaran) adalah bukti yang dimiliki atau yang trdapat di dalam Al-Qur,an, bukannya kebenaran yang datang dari luar Al-Qur,an atau faktor luar. Pada bab sebelum ini, setelah di kemukakan apa yang dimaksud dengan”mukjizat”. Kini, akan kita bahas apa itu Al-Qur’an.
Al-Qur,an biasa di defisinikan sebagai firman-firman Allah yang di sampaikan oleh malaikat Jibril sesuai dengan redaksinya kepada nabi Muhammad saw, dan di terima oleh umat islam secara tawatur.[3]

B.  Keajaiban Susunan Bahasanya

Dari segi kebahasaan dan kesastraannya al-Qur’an mempunyai gaya bahasa yang khas dan sangat berbeda dengan Bahasa masyarakat Arab, baik dari pemiliha hurufdan kalimat yang keduanya mempunyai makna yang dalam. Usman bin Jinni seorang pakar bahasa Arab, sebagaimana dituturkan Quraish Shihab mengatakan bahwa pemilihan kosa kata dalam bahasa Arab bukanlah suatu kebetulan melainkan mempunyai nilai filsafah Bahasa yang tinggi.[4]
Gaya bahasa yang digunakan al-Qur’an berbeda dengan gaya bahasa yang sering digunakan oleh orangorang Arab. Gaya Bahasa Al-Qur’an membuat orang Arab pada saat itu kaguma dan terpesona. Walaupun Al-Qur’an menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantarnya, kalimat demi kalimat mengandung unsur sastra yang sangat baik namun tetap mudah dipahami tanpa mengurangi sedikitpun kandungan misteri di dalamnya. Hal tersebut karena keistimewaan aspek gaya Bahasa yang digunakan oleh Al-Qur’an. Bahkan, Umar bin Khathab pun yang mulanya dikenal sebagai seorang yang paling memusuhi Nabi Muhammad SAW dan bahkan berusaha untuk membunuhnya, memutuskan untuk masuk Islam dan berima pada kerasulan Muhammad hanya karena membaca petikan ayat-ayat Al-Qur’an.[5]
Uraian singkat tentang aspek kemukjizatan Al-Qur’an dari segi susunan bahasanya yang indah dalam Al-Qur’an tidak bias disamakan oleh apapun karena Al-Qur’an bukan susunan syair dan bukan pula susunan prosa. Namun ketika Al-Qur’an dibaca, maka ketika itu terasa dan terdengar mempunyai keunikan dalam irama ritmenya. Cendekiawan Inggris, Marmaduke Pickthall dalam the meaning of glorius Quran, menulis “Al-Qur’an mempunyai simfoni yang tidak ada taranya di mana setiap nada-nadanya bias menggerakkan manusia untuk menangis dan bersuka cita.”[6]
Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab sendiri mempunyai banyak keistimewaan, antara lain:
1.    Bahasa Arab umumnya mempunyai akar kata tiga huruf mati seperti qala dari qof-wau-lam, kalam dari kaf-lam-mim, dan kitab dari kaf-ta’-ba’.
2.    Bunyi sangat menentukan dalam bahasa arab karena perubahan bunyi akan menyebabkan perubahan arti.
3.    Bahasa Arab adalah bahasa yang kaya kosakata dan sinonimnya.
4.    Bahasa Arab juga memiliki kata bahasa yang rinci dan detail.[7]

C.      Sejarah Kegagalan Ahli Bahasa Dalam Menandingi Bahasa AL-Qur’an. 

Keajaiban al-Qur’an berbeda dengan keajaiban yang lain. Keajaiban al-Qur’an bersifat mukjizat sehingga tidak ada satupun karya ilmiyah atau sastra bahasa manusia yang mampu menandingi al-Qur’an. Al-Qur’an adalah mukjizat yang didalamnya terdapat petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. karena itu, al-Qur’an sebagai mukjizat tidak akan dapat ditiru oleh siapapun, meskipun manusia itu mengerahkan semua ahli sastranya.[8]
Sejarah membuktikan bahwa bangsa Arab pada masa turunnya Al-Qur’an telah mencapai tingkat kelebihan yang belum pernah di capai oleh bangsa satu pun yang ada di dunia. Mereka memiliki kemampuan bahasa yang tidak bisa di capai orang lain, seperti kemahiran dalam berpuisi, syi’ir atau prosa (natsar), memberikan penjelasan dalam langgam sastra. Mereka juga telah meramba jalan yang belum pernah di injak orang lain dalam kesempurnaan menyampaikan penjelasan (al- bayan) keserasian dalam menyusun kata-kata, serta kelancaran logika.
kelembutan lafadz-lafadz Al-Qur’an mempunyai daya Tarik dan mengagumkan, yang Nampak dalam susunan suara dan keindahan bahasanya. Di maksudkan dengan susunan suara ialah susunan dan rangkaian Al-Qur’an dalam harakat dan bacaan sukunnya, seluruh susunannya itu amat mengagumkan , memikat pendengaran dan menawan hati, dengan mempergunakan suatu metode yang tidak bisa dicapai oleh kalam apapun, baik puisi maupun prosa.[9]
Sejarah menyaksikan, bahwa ahli-ahli bahasa telah terjun ke dalam vestival Bahasa dan mereka memperoleh kemenangan. Tetapi tidak seorangpun diantara mereka yang berani memproklamirkan dirinya tentang Al-Qur’an, melainkan dia hanya dapat kehinaan dan kekalahan. Bahkan sejarah mecatat, kelemahan bahasa  ini terjadi justru pada kejayaannya dan kemajuannya ketika Al-Qur’an diturunkan. Saat itu bahasa Arab telah mencapai puncaknya dan memiliki unsur-unsur kesempurnaan dan kehalusan di Lembaga-lembaga dan pasar bahasa. Dan Al-Qur’an berdiri tegak dihadapan para ahli Bahasa dengan sikap menantang, dengan berbagai bentuk tantangan. Volume tantangan ini kemudian secara berangsur-angsur diturunkan menjadi lebih ringan, dari sepuluh surah menjadi satu surah, dan bahkan menjadi satu pembicaraan yang serupa dengannya. Namun demikian, tidak seorangpun dari mereka sanggup menandingi atau mengimbanginya, padahal mereka adalah orang-orang sombong, tinggi hati dan pantang dikalahkan. Seandainya mereka punya kemampuan untuk meniru sedikit saja dari padanya atau mendapatkan celah-celah kelemahan di dalamnya, tentu mereka tidak akan repot-repot menghunus pedang dalam menghadapi tangan tersebut, sesudah kemampuan retorika mereka lemah dan pena mereka pecah.[10]
Kurun waktu silih berganti melewati ahli-ahli bahasa Arab, tetapi kemukjizatan Al-Qur’an tetap tegar bagai gunung yang menjulang tinggi di hadapnya semua kepala bertekuk lutut dan tunduk, tidak terpikirkan untuk mengimbanginya, apalagi megunggulinya, karena terlalu lemah dan tidak bergairah menghadapi tantangan berat ini. dan senantiasa akan tetap demikian keadaannya sampai hari kiamat.
Tidak seorang pun dapat mendakwakan bahwa menandingi Al-Qur’an itu tidak perlu, meskipun hal demikian itu sesuatu yang mungkin. Sebab, sejarah mencatat bahwa telah terpenuhi faktor-faktor kuat yang mendorong mereka untuk menandingi Al-Qur’an. Yaitu di saat mereka bersikap ingkar, menolak risalah dan pembawaannya, dan disaat Al-Qur’an mengobarkan fanatisme mereka, menganggap dungu pikirannya serta menantang mereka secara terbuka yang dapat memebagikan dendam para pengecut licik, padahal mereka orang-orang yang sombong dan tinggi hati. Maka mereka melakukan beberapa tindakanterhadap Rasulullah, menawarkan kepadanya hartadan kerajaan agar ia berhenti dari aktifitas dakwahnya disamping melakukan blokade terhadapnya dan orang-orangyang bersamanya agar mati kelaparan, juga mereka menuduhnya sebagai tukang sihir dan gila, lalu berkomplot untuk menagkap, membunuh atau mengusirnya. Akhirnya menemukan jalan satu-satunya untuk membungkam Rasulullah, yaitu dengan cara mendatangkan ke hadapannya kalam yang serupa dengan apa yang dibawanya kepada mereka. “bukankah yang demikian itu lebih mudah bagi mereka dan lebih kekal jika persoalannya ada di tangan mereka? Akan tetapi mereka menempuh segala cara kecuali cara ini. dan adalah pembunuhan, penawanan, kemiskinan dan kehinaan, semua itu dirasa lebih ringan bagi mereka dari pada menempuh jalan rumit yang mereka temukan itu, adakah kelemahan lain jika yang demikian itu bukan kelemahan?
Al-Qur’an, dimana orang Arab lumpuh untuk menandinginya itu, sebenarnya itu tidak keluar dari aturan-aturan kalam mereka, baik lafadz huruf maupun redaksinya. Tetapi Al-Qur’an memiliki jalinan huruf-huruf yang serasi, ungkapannya indah, redaksinya simpatik, ayat-ayatnya teratur, serta memperhatikan situasi dan kondisi dalam berbagai macam bayanya.[11]
Hal itu telah dibuktikan oleh tokoh-tokoh sastra dan para ahli pidato, seprti walid bin mughiroh, utbah bin Robi’ah dan sastrawan lain yang terkenal.
contoh sejarah:
diceritakan bahwa Walid bin Mugirah dating kepada Nabi membacakan Al-Qur’an di hadapannya, seolah-olah hati walid menjadi lembut dengannya. Berita itu sampai kepada Abu Jahal dan ia mendatanginya seraya berkata, “wahai paman walid sesungguhnya kamu hendak mengumpulkan harta untuk diberikan kepadamu, sedangkan engkau dating kepada Muhammad untuk mendapatkan anugrahnya.” Walid menjawab,” orang-orang Quraisy telah mengetahui bahwa aku adalah seorang yang paling banyak hartanya.” Abu Jahal berkata, “katakanlah salah satu ucapan yang akan kau sampaikan pada kaummu bahwa engkau memungkiri Muhammad.” Walid menjawab, “apa yang kau katakan? Demi Allah tidak ada satu orang pun diantara kamu yang lebih pandai dari pada aku tentang syair, tidak dalam bentuk prosa, tidak dalam bentuk kasidah, tidak pula dalam syair-syair jin. Demi Allah, orang yang mengatakan syair ini tidak menyamai sedikitpun dari Qur’an ini. dan demi Allah ucapannya itu manis dan indah, yang diatas berbuah yang dibawah subur.sungguh Al-Qur’an itu tinggi, tidak ada yang melebihinya. Abu Jahal terlaknat berkata.” Demi Allah kaummu tidak rela engkau mengucapkan hal itu.” Walid menjawab,” tinggalkan aku sehingga aku bisa berfikir.” Maka setelah berfikir Walid berkata:
فَقَالَ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ يُؤۡثَرُ
lalu dia berkata: "(Al Quran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu)”
ذَرۡنِي وَمَنۡ خَلَقۡتُ وَحِيدٗاوَجَعَلۡتُ لَهُۥ مَالٗا مَّمۡدُودٗا
Sampai dengan:
إِنَّهُۥ فَكَّرَ وَقَدَّرَفَقُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَثُمَّ قُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَثُمَّ نَظَرَثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَثُمَّ أَدۡبَرَ وَٱسۡتَكۡبَرَفَقَالَ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞيُؤۡثَرُإِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ يُؤۡثَر
“Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan? kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan? kemudian dia memikirkan, sesudah itu dia bermasam muka dan merengut, kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata: "(Al Quran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu), ini tidak lain hanyalah perkataan manusia".[12]
                                    (Al-Muddaththir:18-25)



BAB III
PENUTUP

A.  KESIMPULAN
Setelah menguraikan tentang mukjizat Al-Qur’an dari sisi perspektif bahasa Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang dianugrahkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bukti atas kebenaran pengakuan kenabian dan kerasulannya. Kemukjizatan Al-Qur’an Nampak pada tantangan Allah terhadap orang-orang Arab untuk membuat semisa Al-Qur’an, namun mereka tidak bias membuatnya padahal mereka orang-orang Arab asli yang mempunyai keahlian dalam menyusun kalimat yang indah dalam bahasa Arab.
Kemukjizatan Al-Qur’an bukan semata-mata untuk melemahkan manusia, atau menyadarka mereka atas kelemahannya untuk mendatangkan semisal Al-Qur’an, akan tetapi tujuan yang sebenarnya adalah untuk menjelaskan kebenaran Al-Qur’an dan Rasul yang membawanya.
Kemukjizatan Al-Qur’an meliputi gaya bahasanya, susunan kalimatnya, kandungan hokum ilahi, ketelitian redaksinya, berita gaib yang terkandung di dalamnya dan isyarat-isyarat ilmu pengetahuan yang ada dalam kandungannya.
Al-Qur’an disamping sebagai sumber keimanan, sumber hukum, sumber ajaran moral, sumber budaya, sumber sejarah, ia juga  merupakan sumber ilmu pengetahuan untuk memperolehnya, mengharuskan seseorang mengkaji dan memahamu Al-Qur’an tidak hanya terbatas pada makna tekstualnya, tetapi harus melibatkan berbagai ilmu potensi Al-Qur’an sejak masaa turunnya hingga masa saat ini, secara komprehensip. Dalam fungsinya sebagai sumber ilmu pengetahuan, maka Al-Qur’an harus diposisikan sebagai filter, pengawas dan pengendali perkembangan ilmu pengetahuan.
Karena itu meskipun terdapat ayat-ayat Al-Qur’an yang membicarakan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan teoro-teori ilmu pengetahuan modern, namun Al-Qur’an bukanlah kitab ilmu pengetahuan tetapi Al-Qur’an tetaplah kitab yang menjadi pedoman bagi seorang mukmin yangsemua kandungannya harus di imani dan di amalkan.





DAFTAR PUSAKA

Ali Ash-Shaabunniy, Mohammad. Studi Ilmu Al-Qur’an, Bandung: Pustaka Setia, 1998.
Ali As-Shabuni, Mohammad. Al-Tibyan Fi ‘Ulum Al-Qur’an. Damaskus: Maktabah Al-Ghazali, 1390.
Ali Aziz, Moh. Mengenal Tuntas Al-Qur’an. Surabaya: Imtiyas, 2018.
Al-Qoththan, Syaikh Manna. Pengantar Studi Ilmu Alqur’an. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar, 2015.
Hamid, Abdul. Pengantar Studi Al-Qur’an. Jakarta: Pranamedia Group, 2016.
Ilyas, Yunahar. Kuliah Ulumul Qur’an. Yogyakarta: Itqon Publishing, 2014.
M. Masyhud,  Studi Al-Qur’an. Surabaya: Dakwah Digital Press, 2009.
Mudzakir As. Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an. Bogor: Litera Antarnusa, 2016.
Shihab, M. Quraish. Mukjizat Al-Qur’an. Bandung: Mizan.
Yasir, Mohammad, dan Ade Jamaruddin. Studi Al-Qur’an. Riau; Cv Asa Riau, 2016.
Zuhdi Dh, Ahmad, dan Suqiyah Musafa’ah, dan Abd Kholid, dan Abid Rohman. Muflihatul Koiroh. Studi Al-Qur’an, Surabaya: Uin Sa Press, 2014.



[1]Achmad Zuhdi Dh, Suqiyah Musyafa’ah, Abd Kholid, Abid Rohman, Muflikhatul Khairoh, Studi Al-Qur’an, (Surabaya: UIN SA Press, 20140), hlm 112. 
[2] M. Masyhud, Studi Al-Qur’an, (Surabaya: dakwah Digital Press 2009), hlm, 38.   
[3] M. Quraish Shihab, Mukjizat Al-Qur,an,(Bandung: Mizan), hlm. 45
[4] Ahmad Zuhdi Dh, Suqiyah Musyafa’ah, Abd Kholid, Abid Rohman, Muflikhatul Khairoh, Studi Al-Qur’an (Surabaya: UIN SA Press 2014), hlm. 114.
[5] Muhammad ‘Ali As-Shabuni, Al-Tibyan Fi ‘Ulum Al-Qur’an, (Damaskus: Maktabah Al-Ghazali 1390 H), hlm. 105 
[6] Abdul Hamid, Pengantar Studi Al-Qur’an, (Jakarta: Prenamedia Group, 2016), hlm. 91
[7] Yunahar Ilyas, Kuliah Ulumul Qur’an, (Yogyakarta: Itqon Publishing, 2014), hlm. 243.
[8] Mohammad Ali Aziz, Mengenal Tuntas Al-Qur’an, (Surabaya: Imtiyaz, 2018), hlm, 13.
[9] Muhammad Yasir, Ade Jamaruddin, Studi Al-Qur’an, (Riau: Cv Asa Riau, 2016), hlm. 23.
[10] Mudzakir As, Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an, (Bogor: Litera Antarnusa, 2016), hlm. 180.
[11] Syaikh Manna Al- Qoththan, Pengantar Ilmu Studi Al-Qur’an, (Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar 2015), hlm, 333.  
[12] Muhammad Ali Ash-Shaabuuniy, Studi Ilmu Al-Qur’an, (Bandung: Pustaka Setia, 1998), hlm. 138.

57 komentar:

  1. Good luck kaka
    Semangat
    Lup lup

    BalasHapus
  2. Barakallah semoga bermanfaat bagi kita semua dan lebih baik kedepannya😊

    BalasHapus
  3. Webnya sudah bagus ... namun, semoga kedepannya bisa lebih baguss lagi .semoga ilmunya barokah dan bermanfaat ... semangat terus

    BalasHapus
  4. Semoga bermanfaat bagi orang yang membacanya. Semoga bisa mengenbangkan kemampuan menjadi lebih baik. Aamiin

    BalasHapus
  5. Bagus sih menarik tapi gk kebaca semua,,

    BalasHapus
  6. Masyaallah, Menambah Wawasan dan pengetahuan. Barakallah semoga bermanfaat bagi kita semua.

    BalasHapus
  7. Makalahnya sangat baguss juga sangat bermanfaat bagi pembaca semoga untuk yang selanjutnya bisa lebih baik lagii.. Semangatt laily💪🏻

    BalasHapus
  8. Ndak nyesel mampir ke blog ini, isinya bermanfaat sekali ditunggu karya selanjutnya, sukses selaluu

    BalasHapus
  9. Bagus materinya, semoga bermanfaat bagi pembaca lainnya:)

    BalasHapus
  10. Makalahnya bagus.... Terima kasih atas ilmu yang sudah di amalkan.... Semoga bermanfaat

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah...
    Bagus Kaka...
    Semangat ke depannya...
    Good luck..
    Semoga bermanfaat Kaka

    BalasHapus
  12. Alhamdulillah...
    Bagus Kaka...
    Semangat ke depannya...
    Good luck..
    Semoga bermanfaat Kaka

    BalasHapus
  13. Bagus kak, bermanfaat banget. Tingkatkan terus ya semangaaatttt

    BalasHapus
  14. Semangat terus kakak
    Lebih di kembangkan supaya lebih bermanfaat dan menambah banyak wawasan bagi orang yang membacanya.
    💪💪💪

    BalasHapus
  15. makalah nya bagus bermanfaat bgt ka & menambah wawasan.
    semngat💪sukses trus buat kedepan nya.

    BalasHapus
  16. Makalah nya bagus. Bisa di jadikan contoh buat yang lain

    BalasHapus
  17. bagus banget makalahnya, semoga bisa menambah wawasan dan bermanfaat buat kita, sukses teruss!

    BalasHapus
  18. Semogo bermanfaat bagi yang membacanya. Dan semoga semakin menjadi yang lebih baik untuk kedepannya. Aamiin

    BalasHapus
  19. Pembahasan di dalam makalah ini sangat bagus, mudah untuk di pahami, dan isinya juga sangat bermanfaat. Semoga penulis tetap semangat dalam menyampaikan ilmunya meski hanya berupa tulisan seperti makalah ini, tapi ini sangat bermanfaat untuk pembacanya.

    BalasHapus
  20. Isinya sangat bermanfaat bagi kami, bisa menambah wawasan bagi yang membaca, pemilihan katanya pun juga bagus, tidak bertele tele, jadi mudah untuk difahami, terus semangat semoga bermanfaat

    BalasHapus
  21. Isinya sangat bermanfaat bagi kami, bisa menambah wawasan bagi yang membaca, pemilihan katanya pun juga bagus, tidak bertele tele, jadi mudah untuk difahami, terus semangat semoga bermanfaat

    BalasHapus
  22. Alhamdulillah,,
    Sampon sae..bahasanya tersusun rapi,,
    Tapi coba di teliti lagi tuliasannya,,
    Yang pasti tetep semangat terus 💪💪💪
    Semoga sukses 😘😘

    BalasHapus
  23. 👏👏👏
    Pembahasan yang menarik juga bermanfaat,,
    Ungkapan katanya bagus dan gak mbulet 😼
    Pokok selalu semangat,,
    And GOOD JOB 👍👍

    BalasHapus
  24. Semoga dengan apa yang kamu buat bisa membuat pembaca tertaring tengan materi yang kamu buat dan bisa membuat pembaca semakin penasaran tentang materi tersebut.

    BalasHapus
  25. Semoga dengan adanya makalah ini bisa bermanfaat bagi orang lain tetap semangat

    BalasHapus
  26. Bagus dan terperinci.
    Cm koreksi penempatan kata dan tulisan katanya doang.

    Bagus dan bermanfaat

    BalasHapus
  27. Terimakasih. Materi sangat bermanfaat bagi pembaca. Tetap semangat, ditunggu karya selanjutnya ya

    BalasHapus
  28. alhamdulillah...materi yang disampakan menambah pengetahuan saya, semoga bermanfaat bagi semua orang :))

    BalasHapus
  29. Uhuy thinks skuy bermanfaat sekali bisa refrensi maupun bacaan waktu kosong

    BalasHapus
  30. Alhamdulillah bagus makalahnya semoga bermanfaat👍👍👍

    BalasHapus
  31. Subhanallah,ini sangat membantu saya dan ilmu pengetahuan saya bertambah.semoga lebih baik untuk kedepannya.

    BalasHapus
  32. Desainnya bagus, materinya juga bagus,, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca.. Semangat ya:)

    BalasHapus
  33. Mantap, penulisannya sangat baik menurut saya. Materi yang dibawa pun sangat menarik untuk dibaca.

    BalasHapus
  34. Kok daftar pustaka nya dua kali? Hehe
    Lebih dirapikan lagi ya tulisan daftar pustaka nya. Tapi selebihnya sudah baik kok,semangatt Laili
    Ditunggu karya selanjutnya

    BalasHapus
  35. alhamdulillah, bisa membantu dalam pengerjaan tugas serta menambah wawasan
    tabarakallah💖

    BalasHapus
  36. Bangga pernah kenal, bener2 motifatorkuuuuh💕💕

    BalasHapus
  37. Aku mendukungmuu beloved friend

    BalasHapus
  38. Terus memberi manfaat dimanapun dan kapanpun

    BalasHapus
  39. Semoga bisa lebih baik dan lebih baik lagi

    BalasHapus
  40. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  41. Semangat kaka ♥️
    Terimakasih telah menambah wawasan 😘

    BalasHapus
  42. Semangat kakaaaaaaa
    #mamamuaahhh

    BalasHapus
  43. Kapan2 boleh diajarin dong kaa
    #mamamuahh

    BalasHapus
  44. Semangat berproses untuk setiap usaha yang kkak lakukan pasti akan berguna nanti. Jangan pernah berhenti dalam mencoba.

    BalasHapus
  45. Belum bacaaja udah terharuu. Eh maap bukan cerpen😪

    BalasHapus
  46. Bisa jadi reverensi makalah, makasih kakaaa
    #mamamuahh

    BalasHapus
  47. Semangat trus lely, smga sukses dan bisa terus mengembangkan karya² Lg..
    😍

    BalasHapus
  48. the best bgt pkoknya
    lanjutin ngeblognya ya dek lel, ke hal2 bermanfaat lainnya tentu.
    sukses

    BalasHapus

sosiologi

Nama                : Nur Laili Nim                  : B01219044 KOMUNIKASI DALAM MASYARAKAT A.   Pengertian Komunikasi Massa ...