HIDUP SEHAT
DENGAN SHOLAT
PENDALAMAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA
Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”
Shalat sebagai syariat utama yang diwajibkan bagi setiap
muslim yang berakal dan balig. Shalat memiliki rentetan yang mengandung hikmah
luar biasa besar bagi orang yang mendirikannya. Hikmah ini di antaranya sangat
bermanfaat bagi kesehatan. Hal ini telah dibuktikan secara empiris dan didukung
oleh teori-teori ilmu kedokteran klasik dan modern. Seperti apakah pengaruh
shalat bagi kesehatan?
Pengaruh dan manfaatnya sudah dimulai dari aktivitas
wudhu. Berbagai titik saraf pada anggota badan yang dibasuh wudhu telah
mendapatkan basuhan dan usapan yang sangat baik. Titik-titik tersebut terhubung
ke seluruh jaringan tubuh lainnya sehingga memiliki efek manfaat, seperti
melancarkan peredaran darah dan stimulasi saraf. Banyak hal negatif yang dapat
dicegah hanya dengan berwudhu ini, seperti timbulnya penyakit dan menumpuknya
kuman serta kotoran.
Setelah itu, ketika Anda melakukan shalat dengan berbagai
gerakan yang sempurna, di sini Anda akan langsung melakukan olah fisik.
Gerakan-gerakan shalat menggerakkan beberapa sendi penting dan timbulnya
aktivitas organ-organ tertentu yang sangat baik bagi kesehatan. Mulai dari
gerakan takbir, rukuk, duduk, sujud, hingga salam. Contohnya, di saat Anda
bersujud, akan menciptakan aliran darah di otak secara elastis pada pembuluh
darah, terutama pembuluh-pembuluh kapiler atau pembuluh rambut yang ukurannya
kecil.
Manfaat nyata dari gerakan sujud ini dapat mencegah
stroke. Alasannya, stroke terjadi jika terdapat pembuluh darah di otak
tersumbat atau pecah, sehingga otak mengalami gangguan dan mengakibatkan
kelumpuhan. Dengan melatih elastisitas melalui banyak bersujud, pembuluh darah
akan semakin normal dan seimbang sesuai kapasitas darah dan oksigen yang
dibutuhkan otak. Di antaranya mencegah hambatan oleh plak atheroma yang dapat
mengurangi elastisitas pembuluh darah. Kejadian ini biasanya diderita oleh
hiperkolesterol
Banyak orang mengeluh dalam hidupnya. Baik
menyangkut masalah ekonomi atau keuangan, bisnis, pekerjaan, kesehatan, istri,
suami, anak, dan sebagainya.
Begitu menghadapi masalah, yang pertama mereka pikirkan adalah mencari solusi kepada manusia. Misalnya dokter atau bahkan paranormal untuk mengobati penyakit; bertanya kepada psikolog atau psikiater untuk mencari jawaban terhadap persoalan yang menimpa keluarganya; atau mencari ahli keuangan untuk mengatasi masalah bisnisnya.
Begitu menghadapi masalah, yang pertama mereka pikirkan adalah mencari solusi kepada manusia. Misalnya dokter atau bahkan paranormal untuk mengobati penyakit; bertanya kepada psikolog atau psikiater untuk mencari jawaban terhadap persoalan yang menimpa keluarganya; atau mencari ahli keuangan untuk mengatasi masalah bisnisnya.
Mengapa mereka tidak datang kepada yang Maha
Memberikan solusi atas setiap permasalahan kehidupan? Dialah Allah SWT. Dialah
Tuhan yang telah berjanji dalam Alquran, bahwa barangsiapa yang bertakwa kepada
Allah, niscaya Allah SWT akan memberikan jalan keluar bagi setiap permasalahan
yang dihadapinya dan menganugerahkan rezeki kepadanya dari pintu yang tidak
diduga-duga.
Nah, untuk mendatangi Allah SWT, cara yang
utama adalah shalat. Dalam menghadapi persoalan apa pun, sebelum melakukan
ikhtiar yang lain, shalatlah terlebih dahulu. Penuhilah kewajiban shalat fardhu
yang lima waktu, dan perbanyaklah shalat-shalat sunah. Sesungguhnya shalat
adalah obat segala persoalan kehidupan.
Itulah inti utama buku yang merupakan kumpulan
tulisan Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya yaitu Prof.
Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”. Melalui berbagai pemaparan dalam buku ini,
dapat ditarik kesimpulan bahwa shalat membawa hikmah dan manfaat yang sangat
besar dalam menjaga pola hidup sehat. Sehat jasmani dan rohani, fisik dan
psikis merupakan modal utama untuk meraih hidup sukses dan bahagia.
Ibadah
shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh
manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat masing-masing.
Misalnya:
1.
Takbiratul
Ihram
Berdiri
tegak, mengangkat kedua tangan sejajar tlinga, lalu melipatnya di depan perut
atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah,
getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak
memungkinkan darah mengalir lancer ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua
tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancer.
Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap
ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh
bagian atas.
2.
Ruku’
Ruku’
yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan
segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus
dengan tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan
posisi serta fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh
dan pusat saraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal
pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk
merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana
latihan bagi kemih sehingga gangguan prostate dapat dicegah.
3.
I’tidal
Bangun
dari ruku’, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan setinggi
telinga. I’tidal merupakan variasi dari postur setelah ruku’ dan sebelum sujud.
Gerakan ini bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan.
Pada saat I’tidal dilakukan, organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami
pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Tentu memberi efek melancarkan
pencernaan.
4.
Sujud
Menungging
dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Posisi
sujud berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posis
jantung di atas otak menyebabkan daerah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke
otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Oleh karena itu,
sebaiknya lakukan sujud dengan tuma’ninah, tidak tergesa-gesa agar darah
mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari
gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat
luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
5.
Duduk
di antara sujud
Duduk
setelah sujud terdiri dari dua macam yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’
(tahiyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. pada saat
iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus
Ischiadius. Posisi ini mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering
menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi
pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria
(prostate) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi
seperti ini mampu mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy
dan tawarru’ menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian
relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan
kekuatan organ-organ gerak kita.
6.
Salam
Gerakan
memutar kepala ke kanan dank e kiri secara maksimal. Salam bermanfaat untuk
bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan
aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan
kulit wajah.
Dengan
melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk
menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas
kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Artinya, otak
mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan
kata lain, sujud yang tuma’ninah dan kontinu dapat memicu peningkatan
kecerdasan seseorang.
Setiap
inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal.
Darah tidk akan memasuki urat saraf di dalam otak melainkan ketika seseorang
sujud dalam shalat. Urat saraf tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat
tertentu saja. Ini berarti, darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikuti
waktu shalat, sebagaimana yang telah diwajibkan dalam Islam.
Riset
di atas telah mendapat pengakuan dari Harvard University, Amerika Serikat.
Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan diri
masuk Islam setelah diamdiam melakukan riset pengembangan khusus mengenai
gerakan sujud. Di samping itu, gerakan-gerakan dalam shalat sekilas mirip
gerakan yoga ataupun peregangan (stretching). Intinya, berguna untuk
melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan shalat
dibandingkan gerakan lainnya adalah di dalam shalat kita lebih banyak
menggerakkan anggota tubuh, termasuk jari-jari kaki dan tangan.
Sujud
adalah latihan kekuatan otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban
tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah
kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggan wanita.
Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi
kelenjar air susu di dalamnya.
Masih
dalam posisi sujud, manfaat lain yang bisa dinikmati kaum hawa adalah otot-otot
perut (rectus abdominis dan obliqus abdominis externus) berkontraksi penuh saat
pinggul serta pinggang terangkat melampaui kepala dan dada. Kondisi ini melatih
organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lebih lama yang membantu
dalam proses persalinan. Karena di dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang
baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila otot perut telah berkembang
menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami, otot ini justru menjadi
elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan dan
mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).
Setelah
melakukan sujud, kita melakukan gerakan duduk. Dalam shalat terdapat dua jenis
duduk: iftirosy (tahiyat awal) dan tawaru’ (tahiyat akhir). Hal terpenting
adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, di daerah
ini terdapat tiga liang yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran,
dan saluran kemih. Saat tawarru’, tumit kaki kiri harus menekan daerah
perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit
kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri
akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang
memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.
Pada
dasarnya, seluruh gerakan shalat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh
lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara
rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun
berlangsung dengan lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.
Nah… kalau sudah menerapkan gaya hidup sehat,
mewujudkan Indonesia menuju negara dengan kesadaran kesehatan lebih tinggi
bukanlah sebuah impian. Mari sembuhkan Indonesia dengan memulai gaya hidup
sehat untuk hidup yang lebih bahagia.
Nur Laili
Surabaya, 30 November 2019
Sangat bermanfaat. Semoga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat dipakai sebagai bahan rujukn
BalasHapusBags sekali
BalasHapusAlhamdulillah, ilmu yang telah dituliskan sangat bermanfaat sekali.
BalasHapusSemoga bisa diamalkan oleh para pembacanya. ��
Bagus sekali, kontennya menarik
BalasHapusSangat memotivasi
BalasHapusSemoga bermanfaat bagi saipapun
BalasHapusSemangat berkarya maa
BalasHapusSemoga bermanfaat bagi kita semua dan dapat mengamalkannya, barakallah
BalasHapusAku selalu mendukungmu
BalasHapus#mamamuach
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusmasya allah,sangat membantu sekali semoga bermanfaat bagi kita semua yang membacanya,dan jangan lupa untuk diterapkan dikehidupan sehari-hari.
BalasHapusAlhamdulillah.. article ini sangat menambah pengetahuan dan wawasan saya. karena saya tidak ikut seminar beliau (prof ali) yang terapi sholat itu. tapi berkat article ini saya jadi tau. terimakasih sobaat. semoga bermanfaat.��
BalasHapusMasyaallah semoga bermanfaat dan terus berkarya
BalasHapusAlhamdulillah semoga dengan ini bisa memotifasi semua orang
BalasHapus