Sabtu, 30 November 2019


HIDUP SEHAT
DENGAN SHOLAT

PENDALAMAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA

Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”

Shalat sebagai syariat utama yang diwajibkan bagi setiap muslim yang berakal dan balig. Shalat memiliki rentetan yang mengandung hikmah luar biasa besar bagi orang yang mendirikannya. Hikmah ini di antaranya sangat bermanfaat bagi kesehatan. Hal ini telah dibuktikan secara empiris dan didukung oleh teori-teori ilmu kedokteran klasik dan modern. Seperti apakah pengaruh shalat bagi kesehatan?
Pengaruh dan manfaatnya sudah dimulai dari aktivitas wudhu. Berbagai titik saraf pada anggota badan yang dibasuh wudhu telah mendapatkan basuhan dan usapan yang sangat baik. Titik-titik tersebut terhubung ke seluruh jaringan tubuh lainnya sehingga memiliki efek manfaat, seperti melancarkan peredaran darah dan stimulasi saraf. Banyak hal negatif yang dapat dicegah hanya dengan berwudhu ini, seperti timbulnya penyakit dan menumpuknya kuman serta kotoran.
Setelah itu, ketika Anda melakukan shalat dengan berbagai gerakan yang sempurna, di sini Anda akan langsung melakukan olah fisik. Gerakan-gerakan shalat menggerakkan beberapa sendi penting dan timbulnya aktivitas organ-organ tertentu yang sangat baik bagi kesehatan. Mulai dari gerakan takbir, rukuk, duduk, sujud, hingga salam. Contohnya, di saat Anda bersujud, akan menciptakan aliran darah di otak secara elastis pada pembuluh darah, terutama pembuluh-pembuluh kapiler atau pembuluh rambut yang ukurannya kecil.
Manfaat nyata dari gerakan sujud ini dapat mencegah stroke. Alasannya, stroke terjadi jika terdapat pembuluh darah di otak tersumbat atau pecah, sehingga otak mengalami gangguan dan mengakibatkan kelumpuhan. Dengan melatih elastisitas melalui banyak bersujud, pembuluh darah akan semakin normal dan seimbang sesuai kapasitas darah dan oksigen yang dibutuhkan otak. Di antaranya mencegah hambatan oleh plak atheroma yang dapat mengurangi elastisitas pembuluh darah. Kejadian ini biasanya diderita oleh hiperkolesterol
Banyak orang mengeluh dalam hidupnya. Baik menyangkut masalah ekonomi atau keuangan, bisnis, pekerjaan, kesehatan, istri, suami, anak, dan sebagainya. 
Begitu menghadapi masalah, yang pertama mereka pikirkan adalah mencari solusi kepada manusia. Misalnya dokter atau bahkan paranormal untuk mengobati penyakit; bertanya kepada psikolog atau psikiater untuk mencari jawaban terhadap persoalan yang menimpa keluarganya; atau mencari ahli keuangan untuk mengatasi masalah bisnisnya.

Mengapa mereka tidak datang kepada yang Maha Memberikan solusi atas setiap permasalahan kehidupan? Dialah Allah SWT. Dialah Tuhan yang telah berjanji dalam Alquran, bahwa barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah SWT akan memberikan jalan keluar bagi setiap permasalahan yang dihadapinya dan menganugerahkan rezeki kepadanya dari pintu yang tidak diduga-duga.

Nah, untuk mendatangi Allah SWT, cara yang utama adalah shalat. Dalam menghadapi persoalan apa pun, sebelum melakukan ikhtiar yang lain, shalatlah terlebih dahulu. Penuhilah kewajiban shalat fardhu yang lima waktu, dan perbanyaklah shalat-shalat sunah. Sesungguhnya shalat adalah obat segala persoalan kehidupan. 

Itulah inti utama buku yang merupakan kumpulan tulisan Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya yaitu Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”. Melalui berbagai pemaparan dalam buku ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa shalat membawa hikmah dan manfaat yang sangat besar dalam menjaga pola hidup sehat. Sehat jasmani dan rohani, fisik dan psikis merupakan modal utama untuk meraih hidup sukses dan bahagia.

Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat masing-masing. Misalnya:

1.                  Takbiratul Ihram
Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar tlinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancer ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancer. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

2.    Ruku’
Ruku’ yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana latihan bagi kemih sehingga gangguan prostate dapat dicegah.

3.                  I’tidal
Bangun dari ruku’, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga. I’tidal merupakan variasi dari postur setelah ruku’ dan sebelum sujud. Gerakan ini bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan. Pada saat I’tidal dilakukan, organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Tentu memberi efek melancarkan pencernaan.

4.    Sujud
Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Posisi sujud berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posis jantung di atas otak menyebabkan daerah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan sujud dengan tuma’ninah, tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

5.    Duduk di antara sujud
Duduk setelah sujud terdiri dari dua macam yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’ (tahiyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. pada saat iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi ini mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru’ menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

6.    Salam
Gerakan memutar kepala ke kanan dank e kiri secara maksimal. Salam bermanfaat untuk bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.

Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tuma’ninah dan kontinu dapat memicu peningkatan kecerdasan seseorang.

Setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Darah tidk akan memasuki urat saraf di dalam otak melainkan ketika seseorang sujud dalam shalat. Urat saraf tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini berarti, darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikuti waktu shalat, sebagaimana yang telah diwajibkan dalam Islam.

Riset di atas telah mendapat pengakuan dari Harvard University, Amerika Serikat. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan diri masuk Islam setelah diamdiam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud. Di samping itu, gerakan-gerakan dalam shalat sekilas mirip gerakan yoga ataupun peregangan (stretching). Intinya, berguna untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan shalat dibandingkan gerakan lainnya adalah di dalam shalat kita lebih banyak menggerakkan anggota tubuh, termasuk jari-jari kaki dan tangan.

Sujud adalah latihan kekuatan otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

Masih dalam posisi sujud, manfaat lain yang bisa dinikmati kaum hawa adalah otot-otot perut (rectus abdominis dan obliqus abdominis externus) berkontraksi penuh saat pinggul serta pinggang terangkat melampaui kepala dan dada. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lebih lama yang membantu dalam proses persalinan. Karena di dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami, otot ini justru menjadi elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan dan mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

Setelah melakukan sujud, kita melakukan gerakan duduk. Dalam shalat terdapat dua jenis duduk: iftirosy (tahiyat awal) dan tawaru’ (tahiyat akhir). Hal terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, di daerah ini terdapat tiga liang yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat tawarru’, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

Pada dasarnya, seluruh gerakan shalat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung dengan lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.

Nah kalau sudah menerapkan gaya hidup sehat, mewujudkan Indonesia menuju negara dengan kesadaran kesehatan lebih tinggi bukanlah sebuah impian. Mari sembuhkan Indonesia dengan memulai gaya hidup sehat untuk hidup yang lebih bahagia.

Nur Laili
Surabaya, 30 November 2019

15 komentar:

  1. Sangat bermanfaat. Semoga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat dipakai sebagai bahan rujukn

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah, ilmu yang telah dituliskan sangat bermanfaat sekali.
    Semoga bisa diamalkan oleh para pembacanya. ��

    BalasHapus
  3. Bagus sekali, kontennya menarik

    BalasHapus
  4. Semoga bermanfaat bagi saipapun

    BalasHapus
  5. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan dapat mengamalkannya, barakallah

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. masya allah,sangat membantu sekali semoga bermanfaat bagi kita semua yang membacanya,dan jangan lupa untuk diterapkan dikehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah.. article ini sangat menambah pengetahuan dan wawasan saya. karena saya tidak ikut seminar beliau (prof ali) yang terapi sholat itu. tapi berkat article ini saya jadi tau. terimakasih sobaat. semoga bermanfaat.��

    BalasHapus
  9. Masyaallah semoga bermanfaat dan terus berkarya

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah semoga dengan ini bisa memotifasi semua orang

    BalasHapus

sosiologi

Nama                : Nur Laili Nim                  : B01219044 KOMUNIKASI DALAM MASYARAKAT A.   Pengertian Komunikasi Massa ...